Pengajian Bulanan PCM Wanareja bersama Dr. Ibnu Hasan, M.Si

Bypcm

Wanareja Pimpinan Cabang Muhammadiyah wanareja pada ramadhan 1444 H menyelenggarakan pengajian rutin bulanan warga Muhammadiyah dan simpatisan. Acara yang dilaksanakan di komplek SD Muhamadiyah tarisi wanareja mengambil tema “Dahsyatnya bersedekah di bulan Ramadhan”. (9/4/2023).

Jasimin kepala desa tarisi yang merupakan alumni SD Muhammadiyah tarisi wanareja dalam sambutannya menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah tarisi pernah jaya pada waktu ia menjadi murid, ia prihatin dengan keadaan sekarang yg semakin tahun siswanya semakin menurun, ada kunci untuk membesarkannya kembali yaitu warga muhammadiyah yang punya anak usia SD mau menyekolahkan anaknya di amal usahanya sendiri yaitu di SD Muhammadiyah Tarisi.

Syaehu Muhtar, S.Ag kepala sekolah yang baru dilantik menggantikan kepala sekolah lama Wachidun, S.Ag, menyampaian bahwa ia tidak bisa berbuat apa apa untuk meraih kembali SD Muhammadiyah yang pernah jaya tanpa ada dukungan dari semua pihak, untuk itu dia mengharapkan dukungan dan  kerjasama dari semua warga muhammadiyah dan pimpinan untuk dapat meraih mimpi kedepan.

Dalam mengawali pengajian Dr. Ibnu Hasan, M.Si Ketua PDM Banyumas, Dosen UMP dan juga salah satu ketua PWM Jawa tengah beliau memberikan tebakan kepada jamaah dalam bahasa jawa “sing nggawe ora nganggo, sing nganggo ora nggawe, sing ngerti wegah nganggo, sing ngerti ora nganggo” niku napa niku, spontan jamaah menjawab “keranda”.jangan disamakan dengan sekolah Muhammadiyah,  ia menceritakan bahwa dalam mengenyam pendidikan dari TK Aisyiyah, MI Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, Lanjutan Atas Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Negeri ternyata negeri dengan swasta sama dan kenapa pendidikan terakhir saya ke Muhammadiyah kembali, ternyata pendidikan di Muhammadiyah banyak yang lebih unggul.

Apapun di Muhammadiyah kalau mau bangkit dan maju, kata Kyai Dahlan kuncinya Cuma 2, satu pikirkan perkara yang belum dipikir orang lain, yang ke dua kerjakan perkara yang belum dikerjakan orang lain pasti menggemparkan dunia, beliau memberi contoh Kyai Dahlan mengerjakan pekerjaan yang belum digarap orang lain yaitu meluruskan arah kiblat, dengan kata lain kita harus semangat bahwa dakwah itu pasti sukses dan harus ada sesuatu yang belum ada ditempat lain.

Perintah solat itu nggandeng dengan perintah zakat “Wa aqīmus shalāta wa ātuz zakāta” maksudnya Allah mengandeng perintah sholat dan perintah zakat, sholat merupakan kesolehan pribadi sedangkan zakat adalah kesolehan kita yang bisa dinikmati oleh orang lain yaitu kesolehan sosial, kedua kesalehan itu harus seimbang tak bisa ditawar dan harus dimiliki seorang Muslim, karena ibadah ritual selain bertujuan pengabdian diri pada Allah juga bertujuan membentuk kepribadian yang islami sehingga punya dampak positif terhadap kehidupan sosial, atau hubungan sesama manusia, inti pengajian yang disampaikan Dr Inbu Hasan, M.Si.

pcm