PUASA TAPI BANGKRUT

Bypcm

Muflis, Orang yang Bangkrut di Akhirat oleh Ustadz drg. Farid Nasrudin, Ketua MPKU / BP Lazismu Cilacap pada Pengajian Bulanan PCM Wanareja di SMP Muhammadiyah Malabar bersamaan dengan penyaluran Kado Ramadhan sebanyak 39 paket untuk wilayah Malabar dan Limbangan serta santunan Rp. 2.200.000 dr Lazismu Cilacap untuk anak yatim piatu Panti Asuhan Surya Abadi Malabar.

Kajian Muflis, Orang yang Bangkrut di Akhirat ini berangkat dari hadits riwayat Muslim dan Ahmad.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ” قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ”. أخرجه مسلم و أحمد وغيرهم

Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: “Tahukah Kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?” Para sahabat menjawab: “Di kalangan kami, muflis itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda”.

Nabi bersabda: ‘Muflis di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di Hari Kiamat datang lengkap dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya.

Di samping itu dia juga membawa dosa berupa makian pada orang ini, menuduh yang ini, menumpahkan darah yang ini serta menyiksa yang ini. Lalu diberikanlah pada yang ini sebagian pahala kebaikannya, juga pada yang lain.

Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosa mereka itu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka. (HR Muslim, Ahmad, dan lain-lain)

Hadis di atas menjelaskan bahwa orang yang bangkrut (muflish) adalah mereka yang semasa hidup di dunia suka beramal saleh tapi ia juga suka melukai perasaan atau melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Pahala kesalehannya habis untuk menutupi dosa-dosanya kepada orang lain. Bahkan, dosa-dosa orang lain pun ditimpakan kepadanya karena pahala amal salehnya tidak cukup untuk menutupi dosa-dosanya kepada orang lain.

Pada dasarnya, orang yang telah beramal saleh tidak akan menjadi orang yang bangkrut bila ia melakukannya secara benar. Karena, amal saleh yang dilakukan secara benar bisa mencegah dirinya dari melakukan perbuatan dosa, baik dosa kepada Allah ataupun dosa kepada manusia.

Orang yang shalat secara benar tentu ia akan selalu berupaya untuk tidak berbuat dosa kepada orang lain.

Puasa yang dilakukan dengan benar akan menjadikan yang bersangkutan sebagai yang bertakwa. Yaitu, mereka yang selalu melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Antara lain, tidak menyakiti atau menyusahkan orang lain.

Begitu juga dengan zakat dan sedekah. Zakat atau sedekah yang dikeluarkan secara benar (ikhlas, tanpa ada unsur pamer, serta tanpa menyakiti perasaan si penerima) bisa menyucikan dan membersihkan jiwa yang bersangkutan.

pcm