Drum Band “Bahana Mentari” SMP Muhammadiyah 1 Wanareja naik turun gunung

Bypcm

Sebanyak 50 anak dengan gemerlap seragam merah biru putih, yang tergabung dalam grup drum band “Bahana Mentari” SMP Muhammadiyah 1 Wanareja (1/9) menyusuri jalan kampung naik turun gunung menyemarakkan prosesi arak-arakan “Pengantin Sunat” di daerah Cicadas desa Malabar.

.Tradisi unik yang masih dijalankan di daerah pedesaan yang berkaitan dengan upacara khitanan atau sunatan, selain menggelar selamatan yang mengundang sanak saudara dan tetangga, mendatangkan kesenian tradisional ataupun modern dan tak kalah menariknya dengan mengiringnya keliling kampung.

.Sebelum di arak keliling kampung anak yang akan dikhitankan di dandani ibarat pengantin  dengan pakaian yang indah serta gemerlapan , tukang rias ini dipanggil khusus yang biasanya merupakan tukang rias pengantin yang memang menyediakan pakaian untuk pengantin pernikahan ataupun pengantin sunat. Adapun kudanya juga di sewa dari tukang delman yang biasa di panggil orang untuk mengiring pengantin sunat.

.Tradisi ngiring sunat ini sudah ada sejak jaman dulu, apalagi kalau pengantin sunat sekaligus dengan khataman Qur’an, bagi keluarga yang mampu sepertinya suatu keharusan yang harus dilakukan.

.Tradisi ngiring penganten sunat yang dulu menggunakan  rebana sekarang banyak masyarakat yang memilih menggunakan Drum Band dengan alasan lebih meriah dan Grup Drum Band “Bahana Mentari” SMP Muhammadiyah 1 Wanareja adalah termasuk grup drum band yang padat pesanan pada bulan bulan ramai orang hajat khitanan, karena yang masih banyak menggunakan tradisi ini orang pegunungan, tidak asing lagi bagi anggota “Bahana Mentari” SMP Muhammadiyah 1 Wanareja ini action dengan drum band nya naik turun gunung.

pcm