Drs. H Agus Tri Sundani, M.Si : Muhammadiyah Siap Luruskan Kiblat Bangsa

Bypcm

Drs. H Agus Tri Sundani, M.Si Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusan Muhammadiyah dalam tabligh akbar Milad Muhammadiyah ke 104 M/107 H Muhammadiyah Cilacap pada 27 November 2016 menyampaikan bahwa Lebel Islam berkemajuan Muhammadiyah bukan dari kemarin saja tetapi sejak KHA Dahlan, karena konsep KHA dahlan adalah Islam berkemajuan, Kenapa ?, karena KHA Dahlan pada waktu itu dihadapkan dengan ummat Islam yang benar-benar terbelakang, konsep Islam berkemajuan itu adalah ajaran tauhid salah satu sentral yang dijadikan landasan oleh KHA Dahlan dan salah satu misi Muhammadiyah dalam menegakkan agama Islam merupakan tauhid yang bersih dari syirik, tahayul, khurafat dan bid’ah

.Mengapa Muhammadiyah masih tetap kukuh berdiri dalam kurun waktu sampai 100 tahun lebih ini, karena Muhammadiyah berorientasi kekinian dan memikirkan untuk masa depan, dan Muhammadiyah faham bahwa salah satu kemunduran ummat Islam adalah romantisme masa lalu

.Selama kita berpegang teguh kepada ajaran Allah yang murni, tauhid yang murni kita akan menjadi orang yang merdeka, Kenapa ini bisa terjadi, kegaduhan dinegara ini yaitu kasus penistaan agama, karena tauhidnya tidak murni

.Para pendiri bangsa ini adalah darah para suhada termasuk Ki Bagus hadikusumo, Kasman Singodimejo dan lain sebagainya, dan Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menyelamatkan Negara Republik Indonesia, untuk itu Muhammadiyah mendukung semua yang dilakukan pemerintah, selama pemerintah masih berpegang pada kiblat Bangsa ini

.Untuk aksi 212, aksi wiro sableng kata Drs. H Agus Tri Sundani, M.Si, mohon simpan dulu energi karena nanti aksinya cuma shalat jumat, dzikir selesai, maka kalau bapak bapak yang masih punya ghirah bela Islam simpan dulu energinya, karena nanti saatnya kalau sampai masalah penistaan agama ini lepas dari perkara hukum baru kita bergerak meluruskan bangsa ini, Itulah Muhammadiyah memperingatkan dengan cara elegan dalam dakwah amar makruf nahi munkar.(surya.01)

pcm