Korp Muballigh PCM Wanareja kirim kader muballigh MTDA di Pusdiklat MT PP Muhammadiyah

Bypcm

Korp Muballigh PCM Wanareja mengirimkan kadernya untuk mengikuti Pusdiklat MT PP Muhammadiyah di kampus bale datar ciwaringin sukabumi, keikutsertaan  kader wanareja di Pusdiklat ini adalah hasil komitmen ketua Majlis Tabligh PP Muhammadiyah Buya Risman Muchtar dengan majlis tabligh PCM Wanareja dalam kunjungannya beberapa waktu yang lalu di kantor PP Muhammadiyah Jakarta dalam hal pendidikan kader hafidz dan kewirausahaan yg merupakan proyek unggulan PP Muhammadiyah dan  PCM wanareja telah diberikan kuota istimewa untuk mengikuti pusdiklat MT PP Muhammadiyah mengingat program tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi Wilayah.

Arif Fahmi ketua korp muballigh PCM Wanareja yang mengantarkan kadernya ke kantor PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa dalam pelatihan muballigh hafidz, alim dan mandiri jawa tengah mengirimkan 4 orang satu diantaranya dari PCM Wanareja.

Silaturahmi santri pusdiklat MT PPM seluruh propinsi dilaksanakan di kantor PP dibuka secara resmi oleh Bpk Hajriyanto Y Thohari Ketua PP Muhammadiyah sebelum diberangkatkan ke pusdiklat MT PPM di Caringin Sukabumi Jawa Barat.

Pusdiklat MT PPM adalah program pendldikan dan pelatihan kader muballigh dengan sasaran melahirkan kader muballigh sekaligus calon ulama yang siap berdakwah dalam segala situasi dan kondisi, yang selalu mencari peluang tanpa menunggu diundang.

Muballigh Muhammadiyah masa depan, adalah muballigh yang berkemajuan, muballigh hafizh Al Quran, muballigh yang berani menghadapi tantangan zaman, muballigh wirausahawan yang mampu hidup mandiri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki militansi dan konsisten dalam berideologi, selalu menjaga harga diri, bertabligh bukan mencari rezeki, akan tetapi berjuang untuk mewujudkan masyarakat lslami.

Pendidikan Tahfizh dan Kewirusahaan bercita-cita mulia, ingin melahirkan muballigh yang berkualitas, muballigh tangan di atas (MTDA), bukan muballigh yang pemalas, menunggu rezeki dari atas, tetapi muballigh yang siap bekerja keras, muballigh yang mampu bekerja cerdas dan bekerja dengan niat yang ikhlas.

Masa depan penuh tantangan, berdakwah sebuah perjuangan dan menuntut pengurbanan, kewajiban dan pengabdian. Para mujahid harus selalu siap berkurban tenaga dan fikiran, harta dan kesempatan. Berdakwah dengan penuh kasih sayang dan kesabaran untuk menegakkan kebenaran.

Selain menekuni kajian-kajian Islam yang menjadi kompetensi utama; Tahfizh, Bahasa Arab, Tafsir dan Ilmu Tafsir, Hadist dan Ilmu Hadist, Fiqih dan Ushul Fiqih, Muqaranatul Adyan; santri / mahasiswa dilatih dan ditanamkan semangat dan keberanian untuk menjadi seorang enterpreneur, memiliki satu atau beberapa ketrampilan Khusus, termasuk dalam bidang agrobisnis, jurnalistik dan kemampuan-kemampuan lainnya yang siap pakai.

Setelah menyelesaikan pendidikan selama satu tahun, mereka menjadi kader muballigh yang siap melaksanakan tugas dakwah, sekaligus juga memiliki semangat dan keberanian untuk mulai mengembangkan usaha dalam bidang ekonomi, sehingga kehidupannya tidak tergantung kepada orang lain, dan mereka mampu menjaga ‘iffah (harga dihnya) di tengah-tengah masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya, malah mereka selalu berusaha menjadi Muballigh Tangan Di Atas. (surya.01)

whatsapp-image-2016-10-21-at-06-16-46-1

pcm