Pengajian & Pelantikan PRM Limbangan

Pengajian Bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wanareja  yang pelaksanaannya ditempatkan di ranting secara bergilir pada putaran September 2016 jatah giliran ranting Muhammadiyah Limbangan  bertempat di  gedung SMP Muhammadiyah II Limbangan Wanareja. Pada kesempatan itu Ketua Pimpinan Cabang  H. M Amin Darindi, S.PdI  melantik  pimpinan ranting Muhammadiyah Limbangan untuk periode 2015 – 2020 dengan ketua bapak Carsiman.

Dalam sambutannya ketua ranting limbangan menyampaikan tekadnya untuk memajukan Muhammadiyah khususnya di Limbangan dan akan mengawali dari dirinya bahwa setiap pengajian Muhammadiyah akan selalu hadir sebelum ia mengajak kepada orang lain.

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi ini untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam dan  ingin mengajak ummat Islam untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits, kalau kita siap ngopeni muhammadiyah ya siap untuk mengadakan gerakan, gerakan muhammadiyah adalah dakwah, dakwah adalah ibadah dan ibadah harus lillahi ta’ala, jadi pengurus muhammadiyah harus lillahi ta’ala makanya bukan tipe pengurus muhammadiyah kalau masih mengenal mutung, demikian yang disampaikan oleh  Drs. H Sumardi, Pr dalam sambutan pimpinan cabang.

Ketua Aisyiyah Cabang Wanareja  Asih Indriyani  pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Aisyiyah Wanareja telah membentuk Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) yaitu komunitas yang dibentuk oleh sekumpulan para ibu-ibu usia produktif sebagai wadah bagi mereka untuk saling berdiskusi membahas berbagai hal yang menyangkut kehidupan mereka sehari-hari yang salah satunya Balai Sakinah Aisyiyah Wanareja akan mengadakan pelayanan kesehatan, pemeriksaan KB gratis.

Pengajian diisi oleh ustad Arif Fahmi ketua korp mubaligh PCM Wanareja dalam tausiahnya lebih memberikan motivasi untuk bermuhammadiyah, orang muhammadiyah adalah iklas beramal banyak buktinya bahwa di muhammadiyah berdirinya Cabang, ranting bahkan AUM kebanyakan lahir dari bawah hasil pemikiran beberapa orang bahkan satu orang, ia berpikir, ia gerak bahkan ia membiayai,dan setelah lahir dengan iklas menjalankan sesuai dengan Qoidah Muhammadiyah yang ada dan setelah besar tidak ada orang muhammadiyah yang berkata “itu punya saya / maju karena saya”.

Banyak muhammadiyah yang anggotanya dapat dihitung dengan jari tapi amal usahanya besar ibarat pohon akarnya nanceb ketanah, maka dalam anekdotnya ustad Arif menyampaikan banyak muhammadiyah kalau ibarat pohon, ada pohon tidak ada dahannya, rantingnya tidak ada bahkan daunnyapun tidak ada tetapi lebat buahnya. (sm01)

Jpeg